Warta

Andi Harun Hormati Kewenangan Pemprov Soal Pergantian Dirut Bankaltimtara

Kliksamarinda.comWali Kota Samarinda Andi Harun merespon polemik pergantian pimpinan Bankaltimtara. Ia menegaskan bahwa kewenangan penunjukan direksi dan komisaris sepenuhnya berada di tangan pemegang saham mayoritas, yakni Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim).

Dengan komposisi kepemilikan saham Bankaltimtara yang dominan, Pemprov Kaltim tercatat menyetor modal sebesar Rp5,1 triliun atau setara 66,49 persen dari total modal disetor. Kondisi ini menempatkan Bankaltimtara dalam kategori Bank KBMI 2, yaitu Kelompok Bank dengan Modal Inti antara Rp6 hingga Rp14 triliun.

“Kami sebagai pemegang saham minoritas tentu menghormati keputusan gubernur. Harapannya, yang terpilih adalah sosok profesional yang mampu membawa kemajuan bagi perbankan daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur,” ujar Andi Harun, Senin malam 30 Maret 2026.

Pernyataan tersebut muncul di tengah keputusan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang mendorong percepatan pergantian Direktur Utama Bankaltimtara. Padahal, masa jabatan Dirut saat ini, Muhammad Yamin, sejatinya masih berlangsung hingga 2028.

Langkah percepatan ini bukan tanpa alasan. Rudy mengungkapkan adanya sejumlah persoalan serius yang membelit bank plat merah tersebut. Salah satu yang paling disorot adalah kasus kredit fiktif yang menyebabkan kerugian hingga ratusan miliar rupiah.

Kasus tersebut bahkan telah menyeret empat mantan pejabat strategis dan kini dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) untuk proses hukum lebih lanjut.

“Uang rakyat ratusan miliar hilang, masa mau dibiarkan?” tegas Rudy, Senin siang kepada wartawan.

Selain persoalan hukum, kinerja keuangan Bankaltimtara juga menjadi sorotan tajam. Pada tahun buku 2024, realisasi dividen yang disetorkan ke pemerintah daerah hanya mencapai sekitar Rp191 miliar dari target Rp338 miliar. Artinya, terjadi penurunan sekitar 32 persen dari target yang telah ditetapkan dalam APBD.

“Deviden yang diterima pemerintah daerah tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Dari target Rp338 miliar, realisasi deviden hanya Rp191 miliar. Turunnya sekitar 32 persen. Ini berdampak langsung ke APBD kita,” jelas Rudy.

Penurunan dividen tersebut dinilai berimbas pada kemampuan fiskal daerah, sehingga memperkuat alasan perlunya pembenahan manajemen di tubuh Bankaltimtara.

Meski demikian, keputusan mengganti Dirut sebelum masa jabatan berakhir tetap menuai perhatian publik. Pasalnya, di bawah kepemimpinan Muhammad Yamin, Bankaltimtara sempat mencatat sejumlah prestasi, termasuk meraih TOP BUMD Awards 2025 Bintang 5 dan menempati peringkat kedua nasional dalam loyalitas nasabah.

Muhammad Yamin sendiri merupakan putra daerah, lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Mulawarman, yang telah lama berkarier di Bankaltimtara. Ia dilantik sebagai Dirut di era Gubernur Isran Noor dan Wagub Hadi Mulyadi pada 11 September 2020 dan kini memasuki periode kedua (2024–2028).

Di tengah dinamika tersebut, proses seleksi calon Dirut baru tetap berjalan. Panitia seleksi telah melakukan uji kelayakan dan kepatutan yang diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dua nama mencuat sebagai kandidat kuat, yakni Romy Wijayanto dan Amri Mauraga.

Romy Wijayanto dikenal sebagai profesional perbankan nasional yang pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Strategi Bank DKI. Ia memiliki rekam jejak mentereng dengan berbagai penghargaan, termasuk Best Chief Financial Sustainability Through Inclusive Growth and Risk Management, serta masuk dalam jajaran 20 Chief Financial Officer (CFO) terbaik lintas industri.

Sementara itu, Amri Mauraga merupakan mantan Direktur Utama Bank Sulselbar. Ia sempat mengundurkan diri dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Februari 2022.

Kedua kandidat tersebut telah diperkenalkan dalam RUPS Bankaltimtara Tahun Buku 2025 yang digelar di Balikpapan pada awal Maret lalu.

Pemprov Kaltim menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara transparan dan profesional. Harapannya, sosok Dirut baru mampu memperbaiki tata kelola perusahaan serta meningkatkan kinerja keuangan bank.

Pergantian pimpinan Bankaltimtara sebagai pengelola duit publik Bumi Etam ini diharapkan menjadi momentum pembenahan menyeluruh, baik dari sisi manajemen risiko, tata kelola, hingga optimalisasi kontribusi terhadap pendapatan daerah. Bankaltimtara kini berada di persimpangan penting dalam memperkuat peran bank dalam mendukung pembangunan Kalimantan Timur. (*)

Reporter: Harpiah AM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *